Menu Click to open Menus
Home » Lokal » 27.000 Hektar Kawasan Air di Kecamatan Long Mesangat dan Muara Ancalong Bakal Jadi Kawasan Konservasi Bernilai Tinggi

27.000 Hektar Kawasan Air di Kecamatan Long Mesangat dan Muara Ancalong Bakal Jadi Kawasan Konservasi Bernilai Tinggi

(22943 Views) Juni 5, 2016 1:17 pm | Published by | 261 Comments

Sangatta. Sebanyak 27.000 hektar kawasan lahan basah dan gambut yang ada di dua Kecamatan, yakni Kecamatan Long Mesangat dan Muara Ancalong yang saat ini berstatus APL dan hak guna usaha (HGU) milik perusahaan, kemungkinan besar bakal menjadi kawasan konservasi bernilai tinggi atau High Concervation Value (HCV). Hal ini merupakan hasil deliniasi LSM Yasiwa yang bekerjasama dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kaltim dan Pemkab Kutim, di kawasan tersebut sebagai upaya untuk melindungi pupulasi buaya supit dan buaya badas hitam di Danau Suwi, Kecamatan Muara Ancalong-Long Mesangat.

Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kutai Timur, Ence’ Ahmad Rafiddin Rizal, mengatakan bahwa untuk melindungi habitat dan ekosistem buaya supit dan badas hitam yang kini hidup di perairan Danau Suwi tersebut, saat ini LSM Yasiwa dan BKSDA Kaltim tengah melakukan deliniasi, untuk memisahkan yang mana wilayah yang merupakan kawasan perusahaan dan yang mana wilayah tubuh air. Terlebih saat ini kondisi kawasan lahan basah di sekitar Danau Suwi tersebut sudah semakin berkurang volume airnya. Hal ini dikhawatirkan akan mengancam populasi dua satwa reptil langka yang saat ini diketahui hanya hidup di Kutim dan Thailand.

Lanjutnya, karena kawasan tersebut adalah APL maka tidak menutup kemungkinan pemerintah daerah bisa membuat sebuah tindakan atau sesuatu yang berkaitan dengan perlindungan populasinya seperti penetapan status kawasan konservasi habitat. Sedangkan terkait penanganan satwa yang ada, merupakan tangung jawab BKSDA. Kawasan seluas 27.000 hektar ini bisa saja dilakukan enclave. Namun menurutnya lebih baik tidak dilakuka encave agar ketiga perusahaan perkebunan sawit yang saat ini beraktivitas di sekitar Danau Suwi tersebut juga turut bertangungjawab atas keberlangsungan ekositem alami yang ada sekarang. Sedangkan Pemkab Kutim dengan kekuasaanya yang ada sekarang mampu menetapkan bahwa kawasan APL tersebut menjadi menjadi kawasan konservasi bernilai tinggi atau High Concervation Value (HCV).

Dengan adanya penetapan kawasan ini, ujar Rafiddin, setidaknya menjadi upaya Pemkab Kutim dalam melindungi buaya supit dan buaya badas hitam yang populasinya semakin terancam di kawasan Danau Suwi, Kecamatan Muara Ancalong-Long Mesangat. Selai itu, tidak hanya habitat kedua reptil langka tersebut saja yang terselamatkan, tetapi juga beberapa spesies satwa langka lainnya. Seperti ikan belida, bidawang atau kura-kura air tawar dan masih banyak lagi satwa lainnya.

Categorised in:

No comment for 27.000 Hektar Kawasan Air di Kecamatan Long Mesangat dan Muara Ancalong Bakal Jadi Kawasan Konservasi Bernilai Tinggi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.