Menu Click to open Menus
Home » Lokal » Konflik Antara Masyarakat Dan Perkebunan Kelapa Sawit Masih Marak Terjadi Di Kutim

Konflik Antara Masyarakat Dan Perkebunan Kelapa Sawit Masih Marak Terjadi Di Kutim

(425 Views) Juni 8, 2017 3:47 pm | Published by | 9 Comments

Sangatta – Konflik antara masyarakat dan perkebunan kelapa sawit masih marak terjadi di kutai timur. Terbaru, seorang petani asal pengadan kecamatan karangan, ditangkap aparat lantaran memanen sawit di lokasi yang tengah berkonflik.

Keluarga akhmad ismail, sejak seminggu terakhir berada di kota Sangatta, berharap ayah dari 3 orang anak tersebut dibebaskan, setelah dua minggu terakhir mendekam di balik jeruji Polres Kutim. Dengan tuduhan melakukan pencurian Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit milik PT. BAS yang beroperasi di Kecamatan Karangan.

Ahmad Ismail ditangkap, saat hendak mengantar satu truk bermuatan penuh kelapa sawit di simpang empat kawasan Polsek Kaliorang, dan selanjutnya dibawa ke Polres Kutim untuk proses penyelidikan lebih lanjut.

Melalui kuasa hukumnya yang didampingi GMNI Kutim, sang istri hanya berharap suaminya dapat segera kembali, pasalnya Ahmad tidak mencuri sawit tersebut. Menurutnya, sejak bulan Februari yang lalu lokasi tersebut telah diserahkan oleh PT. BAS seluas 20 hektar, pada Lembaga Pertahanan Adat Dayak Basap (IPADB).

Pada ormas tersebut, yang bersangkutan sebagai Wakil Ketua dan sesuai kesepakatan, semabri menunggu penyelesaian pembayaran lahan masyarakat seluar 500 hektar, Perusahaan memberi izin agar IPADB mengelola sawit 20 hektar untuk masyarakat.

Arsanty menambahkan, polisi seharusnya melayani masyarakat menggunakan cara yang lebih arif dan bijaksana, terlebih pelaku merupakan orang tua yang tidak dapat membaca dan menulis. Sementara itu, GMNI Kutim akan mebawa permasalahan tersebut ke dewan agar kasus serupa tidak terjadi lagi.

Sementara itu, Kasat Reskrim mengungkapkan bahwa pihaknya telah  menangani kasus tersebut sesuai dengan prosedur, serta melalui proses yang panjang, berupa memeriska legalitas berkas dari pihak terlapor dan pelapor. Jadi Kepolisian bersikap netral dan tidak tebang pilih dalam penganganan kasus.

Kasat Reskrim menambahkan, ditahannya Ahmad telah memenuhi unsur pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan yang diancam hukuman 6 tahun penjara. Dari hasil penyelidikan, diketahui bahwa organisasi tersebut telah dibubarkan dengan alasan tidak ada kejelasan soal pembagian hasil panen. Pasca pembubaran tersebut, maka lahan yang sebelumnya di serahkan oleh kelompok, kembali lagi menjadi hak milik Perusahaan, sehingga tidak ada hak lagi bagi masyarakat untuk memanen buah sawit di lokasi terasebut.

Categorised in:

No comment for Konflik Antara Masyarakat Dan Perkebunan Kelapa Sawit Masih Marak Terjadi Di Kutim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.