Menu Click to open Menus
Home » Lokal » MUARA MUARA WAHAU DAPAT DIJADIKAN STUDI BANDING KECAMATAN LAIN DALAM KEBERHASILAN PERKEBUNAN

MUARA MUARA WAHAU DAPAT DIJADIKAN STUDI BANDING KECAMATAN LAIN DALAM KEBERHASILAN PERKEBUNAN

(233 Views) Juni 24, 2016 3:20 am | Published by | 1 Comment

SANGATTA – Kecamatan  Muara Muara Wahau dapat dijadikan daerah percontohan kecamatan lain dalam keberhasilan perkebunan sawit, demikian yang dikatakan kepala Badan Peneilitan dan Pengembangan (BALITBANG) Kutai Timur, Zubair. Banyaknya keluhan masyarakat terhadap perusahaan perkebunan di beberapa kecamatan tidak dirasakan masyarakat di Kecamatan Muara Wahau. Seperti yang diungkapkan Camat Muara Wahau, Yusriansyah dalam rapat bersama dengan Balitbang kemarin. Keberadaan perusahaan sawit di Kecamatan Muara Wahau membawa dampak positif terhadap peningkatan taraf hidup masyarakatnya.

Dengan adanya perusahaan dan perkebunan sawit di  Muara Wahau memberikan penghasilan yang terhitung besar. Untuk hasil plasma sawit dalam satu bulannya masyarakat dapat menerima hasil mencapai lima juta rupiah sudah termasuk pemotongan hutang pembangunan kebun plasma. Terlebih bagi masyarakat yang memiliki kebun murni yang ditanam masyarakat sendiri, hasil yang didapat dapat mencapai empat juta lima ratus ripuah per satu hektar lahan. Selain hal tersebut perusahaan juga menyerap tenaga kerja dari masyarakat setempat dan dana CSR dari perusahaan perkebunan sudah dirasakan masyarakat Muara Wahau.

Perkebunan sawit juga membawa dampak pada sektor perekonomian lain. Dikatakan Yusriansyah, saat ini rata-rata masyarakatnya memiliki kendaraan motor satu sampai dengan enam unit dalam satu keluarga. Bahkan Shorum-shorum menjamur di kecamatan Muara Wahau, tidak hanya shorum motor namun shorum mobil juga sudah banyak ditemui di sana. Hal tersebut menjadi salah satu indikator keberhasilan perkebunan sawit di kecamatan tersebut.

Lebih lanjut Yusriansyah mengatakan, perkebunan sawit dapat dikatan berhasil di kecataman  Muara Wahau, hal tersebut dapat dibangingkan dengan sepuluh tahun sebelumnya saat masyarakat menanam kelapa hibrida namun tidak berhasil, kegagalan tersebut diperkirakan karena struktur tanah Muara Wahau yang tidak sesuai dengan tanaman kelapa hibrida berbeda dengan menanam sawit yang dirasa lebih menguntungkan.

Untuk membangun satu hektar lahan sawit dibutuhkan dana empat puluh juta rupiah sampai dengan empat puluh Sembilan juta rupiah per hektarnya.

 

Categorised in:

1 Komentar for MUARA MUARA WAHAU DAPAT DIJADIKAN STUDI BANDING KECAMATAN LAIN DALAM KEBERHASILAN PERKEBUNAN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.