Menu Click to open Menus
Home » Lokal » Orang Tua Nurul Berharap Ada Pertanggung Jawaban RSUD AWS Samarinda

Orang Tua Nurul Berharap Ada Pertanggung Jawaban RSUD AWS Samarinda

(12827 Views) Maret 23, 2017 10:58 am | Published by | 6 Comments

Sangatta – Sartika orang tua dari Nurul Mariandani, bocah 3 tahun, warga RT 11 Desa Swarga Bara, Kecamatan Sangatta Utara, Kabupaten Kutai Timur.Berharap adanya pertanggung jawaban pihak RSUD Abdul Wahab Syahrani Samarinda, terkait kondisi usus keluar yang kini dialami Nurul, usai menjalani operasi sebanyak dua kali dirumah sakit tersebut. Dia mengakui, setelah menjalani pengobatan selama kurang lebih 4 bulan di Rumah sakit tersebut, kedaan belum membaik, namun sudah disuruh pulang dari pihak Rumah Sakit, akuinya.

Sartika, menjelaskan tepatnya pada bulan November 2016 lalu, ananknya dirawat di ruang Paediatric Intensive Care Unit (PICU) RSUD AWS Samarinda.  Nurul harus dirawat selama kurang lebih empat bulan. Selama itu, Nurul sudah menjalani operasi 2 kali operasi. Namun belakangan, Sartika dan suaminya baru mengetahui jika usus anaknya keluar dari perut karena proses operasi, hingga kondisi ini membuat keduanya shok. Dirinya mengakui sudah menanyakan pihak Rumah Sakit, mengapa kondisi perut anaknya bisa seperti itu. Namun penjelasan yang mereka terima tak kunjung didapatkan.

Insert : Sartika1 (Ibu Kandung Nurul)

Lebih jauh Ia mengungkapkan, setelah menjalani dua kali operasi , pada tawaran ketiga dirinya dan suami menolak untuk melakukan operasi lanjutan, karena trauma melihat kondisi anaknya. Sehingga sebulan terakhir ini, Nurul hanya dirawat sendiri oleh Sartika dirumah, dengan setiap hari mengobati dan mengganti lakban anaknya.

Sartika berharap, pihak RSUD AWS Samarinda bertanggung jawab terkait dengan kondisi yang kini dialami anaknya, serta berharap mendapat bantuan pihak Pemerintah baik Pemprov Kaltim maupun Pemerintah Kutim.

Insert : Sartika 2

 

Categorised in:

6 Komentar for Orang Tua Nurul Berharap Ada Pertanggung Jawaban RSUD AWS Samarinda

  • Santy berkata:

    Knp pihak RSUD AWS sering terdengar pelayanannya selalu begitu..bgtu tega..sy melihatx berlinang air mata semoga allah memberikan kesembuhan utk anaknya..apa krn

  • juanita berkata:

    tlng cpt direspon ya,lo bisa d usut tuh,mungkin bukan cma adik ne j yg jdi korban,,,pihak berwajib fn pemerintah mohon di tindak,,ne kecerobohan tau kh di sengaja???,tau kh dari pihak rmh skt tidak mampu mexediakn dokter2 terbaik untuk kesehatan masyarakat kaltim dn yg lainx,,,jngn mentang2 bxk warga yg tidak mampu anda semena menghancurkn harapan dn kesembuhn bagi mreka,,,harap penerintah dn dinas terkait segera di tindak lanjuti,,,,
    (ne lh harapn dri kmi masyarakat kecil,,,)
    organ kami bukan tuk di buat percobaan,kami ingin sembuh sesuai harapn,,,jdi ting berfikir lh secara bijak,anda ingin hidup kami pn ingin hidup,,jngn hxa materi yg anda fikirkn,,,kalian para dokter sdh di sumpah tuk mengabdi,,,bukan tuk mexakiti,,,jdi berfikirlh dngn hati nurani,,,
    trims ksh

  • feni berkata:

    Astagfirullah.. Anda seorang dokter tu musia biasa jg kan?? Yg pny Anak n keluarga, trus andaikan keadaan itu berbalik pd anda2 gmn?? Tlglah gunakan hati nurani anda, itu manusia jg lho bkn binatang, Kt kl lht binatang yg merasa tersakiti ja kasian,,

  • Anonim berkata:

    Emng gt rs umum itu bpk ku blom smbuh btul blum bisa jln sdah dsruh plng kaki dikorek” tanpa dikasih bius,apa krna kami ni rakyat miskin jd diperlakukan semena” miris

  • Ahmad Gajali berkata:

    Bisa kategori mal prajtek…bisa di usut dan lapor ke polusi

  • Nova AP berkata:

    Mohon bantu kondisi terbaru adek nurul ini sekarang gimana? Boleh tau alamat rumahnya dan no hp orangtuanya? Terima kasih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.