Menu Click to open Menus
Home » Lokal » Terkait Isu Pemerasan, Kapolres Kutim Akan Menindak Oknum Anggotanya Jika Terlibat

Terkait Isu Pemerasan, Kapolres Kutim Akan Menindak Oknum Anggotanya Jika Terlibat

(695 Views) Desember 23, 2017 7:20 am | Published by | No comment

SANGATTA – Sabtu 23/12/2017, Kapolres Kutai Timur, AKBP Teddy Ristiawan, angkat bicara tentang kasus bensin eceran yang terjadi di wilayah hukumnya. Pasalnya warga net sempat dihebohkan oleh isu pemerasan yang dilakukan oleh pihak kepolisian kepada penjual bensin eceran. Nama institusi polri pun sempat tercoreng oleh postingan salah seorang netizen. Pada postingan netizen tersebut, disebutkan bahwa anggota polisi meminta “upeti” atas pedagang bensin eceran di Kampung Batu Balai, Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Kutai Timur.

 

Netizen yang akunnya bernama Dani Saputro itu menuliskan tudingan terhadap pihak kepolisian tersebut di grup facebook Busam Bubuhan Samarinda, pekan lalu. Dalam postingan itu dia menyatakan, bahwa ayahnya dan dua pedagang bensin eceran lainnya yang berada di Batu Balai dianggap menjual BBM secara ilegal, sehingga harus membayar Rp 5 juta kepada pihak kepolisian. Alhasil ratusan kometar membanjiri postingan tersebut dan membuat jagat maya pun menjadi tak kondusif. Komentar yang datang beragam, ada yang berisikan bermacam komentar negatif maupun komentar positif.

Beberapa hari kemudian setelah postingan itu tersebar sampai ke media sosial di Kutim, akhirnya Dani Saputro memposting ulang pernyataan klarifikasi. Isinya menyatakan, bahwa isi postingan miliknya  yang telah mencoreng nama kepolisian tersebut tidaklah benar.

“Sidak yang dilakukan oknum polisi adalah bagian dari sosialisasi pelarangan penjualan BBM bersubsidi tanpa surat izin. Tidak ada permintaan uang senilai Rp 5 juta. Saya meminta maaf kepada kepolisian atas postingan sebelumnya, dan berterimakasih atas saran dan masukan teman-teman,” tulisnya dalam klarifikasi tersebut.

Kapolres Kutim, AKBP Teddy Ristiawan menyatakan, pihaknya telah mengonfirmasi kepada Dani Saputro, untuk mencari tau kebenaran hal tersebut. Ditegaskannya, tidak ada intervensi dari pihak kepolisian kepada pihak masyarakat. Teddy pun menegaskan, jika anggota kepolisian di Batu Balai terbukti bersalah karena melakukan pemerasan, maka dia tidak segan untuk memberi hukuman.

(Voice – Kapolres Kutim, Teddy Ristiawan)

Menurut Teddy, dari hasil penyelidikan anggotanya, apa yang di katakan oleh salah  satu warga net tersebut tidak benar ada nya, karena pihak kepolisian di sana hanya melakukan sosialisasi terkait larangan penjualan BBM tanpa izin.

Untuk diketahui, berdasarkan undang-undang ITE, masyarakat dilarang menghujat terhadap pihak lain di dunia maya. Bahkan dengan tanpa adanya bukti.

 

Categorised in:

No comment for Terkait Isu Pemerasan, Kapolres Kutim Akan Menindak Oknum Anggotanya Jika Terlibat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.